Minggu, 30 Agustus 2015

Upacara Penutupan Penataran Babinsa Kodam IX/Udayana TA. 2015









Pada hari Minggu  tanggal 30 Agustus 2015 bertempat di Aula Ngurah Rai Rindam IX/Udayana dilaksanakan Upacara Penutupan Penataran Babinsa Kodam IX/Udayana TA. 2015. Sebagai Inspektur Upacara adalah Danrindam IX/Udayana Kolonel Inf Agus Saepul, S.Sos. Dalam amanat yang disampaikan oleh Danrindam IX/Udayana bahwa dalam rangka membantu dan mendukung tugas pokok serta tugas tambahan TNI Angkatan Darat, telah dilaksanakan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Kodam IX/Udayana dengan PT Nagabendu Teknologi Utama dan PT Telkomsel Wilayah Jawa-Bali Nusra dalam rangka pembuatan Program Sistem Pelaporan dan Informasi Teritorial (Sipinter) yang penggunaannya telah diresmikan dengan telah dibangunnya Pusat Pelaporan dan Informasi Teritorial (Puspinter) yang dikelola oleh Staf Teritorial Kodam IX/Udayana.
Program yang menggunakan aplikasi berbasis mobile ini diperuntukkan bagi anggota TNI Angkatan Darat, khususnya para Babinsa dalam rangka memonitoring kegiatan pelaporan harian guna mensukseskan Program Swasembada Pangan yang telah dicanangkan Pemerintah. Dengan program tersebut, para Babinsa diharapkan dapat memanfaatkannya dalam pelaksanaan Pembinaan Teritorial di wilayah masing-masing, sehingga akan lebih meningkatkan kemampuan temu cepat dan lapor cepat bagi para Babinsa serta dapat memaksimalkan upaya khusus dalam meningkatkan pencapaian target swasembada pangan di wilayah Bali dan Nusa Tenggara.
Untuk itu ditekankan kepada para Babinsa agar segera mencari informasi dan menanyakan kepada Komandan Satuannya masing-masing tentang program Sipinter tersebut dalam rangka mendukung pelaksanaan tugas di lapangan. Keberadaan Babinsa di sebuah desa atau kelurahan memiliki arti penting mengingat tugas-tugas yang diemban berkaitan erat dengan pembinaan kewilayahan. Babinsa adalah pelaksana Danramil dalam melaksanakan fungsi Pembinaan Kewilayahan yang bertugas pokok melatih rakyat dengan cara memberikan penyuluhan di bidang Hankam serta pengawasan fasilitas dan prasarana Hankam di pedesaan atau kelurahan.
Fungsi tersebut berhubungan erat dengan perencanaan, penyusunan, pengembangan, pengerahan serta pengendalian potensi wilayah dengan segenap unsur di dalamnya yang meliputi geografi, demografi serta kondisi sosial guna dijadikan sebagai ruang, alat dan kondisi juang yang tangguh untuk kepentingan pertahanan negara. Agar tugas Pembinaan Kewilayahan dapat terwujud dengan maksimal, maka seluruh materi yang telah diperoleh hendaknya dipelajari kembali sehingga keberadaan dan tugas sebagai Babinsa yang merupakan ujung tombak terdepan dalam Pembinaan Kewilayahan dapat terwujud dengan baik.
Sebagai ujung tombak terdepan dalam pembinaan kewilayahan, harus menguasai Lima Kemampuan Teritorial dan Pengetahuan Sosial Kemasyarakatan serta Teknik Penyelenggaraan Pembinaan Teritorial sebagaimana yang telah diajarkan dalam penataran ini.
Di dalam pelaksanaan tugas di masing-masing wilayah, Babinsa harus menghormati adat istiadat masyarakat setempat, amalkan Sapta Marga, Sumpah Prajurit dan Delapan Wajib TNI serta menjaga dan melaksanakan netralitas TNI sebagai tentara rakyat, tentara pejuang, tentara nasional dan tentara profesional yang mencintai dan dicintai rakyat.
 

Rindam IX/Udayana Copyright © 2009 Blog is Designed by Opr Rindam IX/Udy at Tabanan